Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Saturday, January 5, 2013

Mengejar Cahaya Jalan Ini



Akan terus aku,
Bertobat pada Illahi,
Meski getir hati gemersik,
Akan terampunkah dosa ini?

Akan terus aku,
Bermunajat pada Illahi,
Meski hati keras mendegil,
Dibalut syaitan membisik benci,

Akan terus aku,
Bermohon pada Illahi,
Meski jiwa terkadang ragu,
Apa diterima doa si hamba bernoda?

Akan terus aku,
Berharap pada Illahi,
Moga dicerahi jalan ini,
Dipadam dosa ini,
Dihilang gelisah diri,
Dibina motivasi,
Dibimbing segala dimensi,
Supaya hamba terus gagah,
Berlari menuju Illahi.



Arifi Putra,

Bayt Arqam, Mutah, Jordan

Thursday, December 27, 2012

Tidak Akan Ku Putus Harap PadaMu

Tidak akan ku putus harap padaMu,
Meski hidup terang kini malap,
Meski dunia cerah kini gelap,
Kerana aku tahu malap yang Kau berikan,
Adalah dek mahu memberi kucupan kasih penuh mesra,
Yang dicemburui banyak manusia,
Dan terang yang dahulu pernah kau berikan ku rasa,
Hanyalah bisa memusnah mengundang bencana,
Bukankah Kau Tuhan Yang Maha Tahu cerita di balik cerita?

Tidak akan ku putus harap padaMu,
Biar Kau hilangkan mimpiku lena enakku,
Kerana aku tahu renggutanMu terhadap mimpiku,
Adalah dek menyelamat aku,
Dari dunia yang penuh tipu daya,
Manusia yang kadangkala bersandiwara,
Berpenasaran mengambil azimat,
Bila didapat terus dipecat,
Bukankah Kau Tuhan Yang Maha Rahmat,
Hapus derita, Kau pasti paling berkuasa

Tidak akan ku putus harap padaMu,
Meski kau hancurkan cinta mulusku,
Kerana Kau tahu dia yang ku halusi dengan nurani,
Enggak enak untuk aku ditemaninya,
Kerna ia bisa merosak menggugah jiwa,
Dan kerana Kau bisa saja,
Menjadikan bidadari dunia dan sorga,
Sebagai galang gantinya,

Tidak akan ku putus harap padaMu,
Biar aku hamba noda berdosa,
Dipalit lumpur dunia hina,
Tandus iman gersang taqwa,
Kerna ku tahu,
Kau Tuhan menabur kasih cinta penuh quddus,
Mengampun hamba,
Biar salahnya berjuta,
Biar nodanya tidak terkata,
AmpunMu segalanya,
Tersedia terang sesudah malap,
Adanya hidup selepas mati,
Di sana kita tahu,
Derita jadi sentosa,
Noda diampun jadi mulia,
Hina dunia, tinggi dan agung di sisi Yang Esa,
Sungguh, ia hakikat yang dilupa ramai manusia

Tidak akan ku putus harap padaMu,
Kerna Kau Tuhan menawar rahmat dan selamat,
Yang bisa menyelamat dan merawat,
Hamba yang dilambung tipu dunia,
Dikeliru dengan pelbagai prasangka,
Dipundak cerita memberat,
DenganMu semua menjadi hebat,
TanpaMu, apa guna hamba, meski hidup di celahan manusia, penuh berdaulat !!!

Tidak akan ku putus harap padaMu,
Kau Tuhan Yang dekat,
Hampir dan sangat mampir,
Meski hamba selalu ingkar dan mungkir,
Kau tetap menawar bahagia,
Bagi sesiapa yang tunduk dan pulang,
Kau pasti sambut, malah dakap, malah, Kau angkat, menjadi mulia.

Allah ampun kami hamba berdosa

Bayt Arqam, Mutah, Jordan

Thursday, September 20, 2012

Tentang Waktu

Ambillah waktu untuk berfikir itulah sumber kekuatan, Ambillah waktu untuk bermain itulah rahsia waktu muda yang abadi, Ambillah waktu untuk berdoa itulah sumber ketenangan, Ambillah waktu untuk belajar itulah sumber kebijaksaaan, Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai itulah hak istimewa yang diberikan tuhan, Ambillah waktu untuk bersahabat itulah jalan menuju bahagia, Ambillah waktu untuk tertawa itulah muzik yang menggetarkan jiwa, Ambillah waktu untuk memberi itulah yang membuatkan hidup terasa beerti, Ambillah waktu untuk bekerja itulah nilai keberhasilan, dan, Ambillah waktu untuk beramal itulah KUNCI menuju SYURGA.